PROSES SINTERING DALAM PEMBUATAN MAGNET PERMANEN UNTUK METERAN AIR.

Novrita Idayanti(1), Dedi Dedi(2), Sukarna Djaja(3),


(1) Peneliti Puslitbang TELKOMA - LIPI Jl. Cisitu 21/154 D Bandung 40135
(2) Peneliti Puslitbang TELKOMA - LIPI Jl. Cisitu 21/154 D Bandung 40135
(3) Peneliti Puslitbang METALURGI - LIPI Jl. Cisitu 21/154 D Bandung 40135
Corresponding Author

Abstract


PROSES SINTERING DALAM PEMBUATAN MAGNET PERMANEN UNTUK METERAN AIR. Telah dilakukan percobaan pembuatan magnet permanen yang digunakan untuk meteran air. Bahan baku utama yang digunakan adalah oksida besi dari limbah Hot Strip Mill (HSM) lndustri Baja Nasional. Teknologi proses yang digunakan adalah teknologi keramik yaitu mereaksikan semua bahan baku dalam bentuk serbuk dengan tahapan mixing, kalsinasi, kompaksi dan sintering. Sebelum proses pembuatan magnet dimulai, limbah HSM terlebih dahulu di roasting pada temperatur 800°C, sehingga menjadi Fe203 dengan kemumian 66,4 %. Kemudian dicampur dengan beberapa bahan baku lain yang juga bersifat teknis yaitu Barium Karbonat (BaCO3) dan Stronsium Karbonat (SrCO3). Dengari komposisi berdasarkan rumus kimia (0,9 BaO 0,1 SrO) 3,98 Fe203. Aditif yang digunakan adalah Kalsium Oksida (CaO) sebanyak 0,75% dan Silikon Oksida (SiOZ) sebanyak 0,60 % dan sebagai binder digunakan Polivinil Alkohol (PVA) sebanyak 1,5%. Berbagai kondisi proses sintering divariasikan, seperti pengaruh variasi waktu holding time (30, 45, 60 dan 90 menit) dan pengaruh variasi temperatur sintering (1200, 1250 dan 1300 °C). Pengaruh waktu penggilingan kalsin juga dilakukan untuk mengetahui pengaruh besamya butir awal sebelum dan setelah disinter. Adapun reaksi kimia yang terjadi selama proses sintering adalah sebagai berikut : 0,9 BaCO3 + 0,1 SrCO3 + 3,98 Fe2O3 => (0,9 BaO 0,1 SrO) 3,98 Fe2O3 + CO2 Dari hasil percobaan didapatkan karakteristik sifat magnet sudah menyamai karakteristik magnet meteran air impor.

Keywords


Limbah hot strip mill, PVA, BaCO3, SrCO3

Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.17146/jusami.2002.3.2.5150