PENGARUH EFEK SINTER PADA SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN PADUAN (Sm,La)Mn2Ge2

Setyo Purwanto, Wagiyo Wagiyo, Teguh Yulis Surya P.P, Wisnu Ari Adi, Y. Yamaguchi

DOI: http://dx.doi.org/10.17146/jsmi.2000.2.1.4911

Abstract


PENGARUH EFEK SINTER PADA SIFAT MAGNETORESISTANCE BAHAN PADUAN (Sm,La)Mn2Ge2. Makalah ini memaparkan hasil penelitian pada bahan (Sm,La)Mn2Ge2 yang memiliki sifat magnetoresistance pada suhu ruang. Bahan yang menjadi objek pengamatan memiliki komposisi unsur La 10,20 dan 30% berat yang dibuat dalam bentuk pelet dari cuplikan ingot yang sudah mengalami proses sinter selama 1,8 dan 16 jam pada suhu 900oC. Dari hasil pengukuran sifat magnetoresistance dengan metoda four point probe dengan medan magnet sampai sekitar 1 Tesla, diketahui terjadi peningkatan sifat magnetoresistance yang amat berarti pada cuplikan dengan komposisi La 30% yang telah dianil selama 8 jam, dari hanya sekitar 7% menjadi lebih dari 66%. Pengamatan secara sistematis terhadap struktur mikro bahan memperlihatkan bahwa peningkatan sifat tersebut berkaitan dengan pertumbuhan/growth dari populasi pola seperti domain magnetik yang ditandai dengan citra pola abu-abu putih pada hasil foto mikroskop elektron.

Keywords


Magnetoresistan, sinter, lantanum, paduan (Sm,La)Mn2Ge2, domain magnetik

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2000 Jurnal Sains Materi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency of Indonesia
Phone : +62 21-758 74261, +62 21-756 2860 ext. 4009-4010, Fax.: +62 21-756 0926, e-mail: jusami@batan.go.id



preview previewpreviewpreviewpreviewpreviewpreviewpreviewpreview previewpreview

View My Stats
Creative Commons LicenseCopyright © 2019 Jusami | Indonesian Journal of Materials Science. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).