AN ANALYSIS OF PUMP POWER CALCULATION OF CONVERTED BANDUNG TRIGA REACTOR WITH PIPE ROUTING THROUGH DELAY TANK

Veronica Indriati Sri Wardhani, Budi Santoso

DOI: http://dx.doi.org/10.17146/tdm.2018.20.3.4623

Abstract


The Bandung TRIGA 2000 Reactor has been widely used for conducting training, researches and isotop production since 1965. This reactor have to be decommissioned due no further fuelproduced by original vendor. Therefore, conversion of cylinder fuel into plate is needed. PT INUKI has been able to produce its own plate type fuel so that by changing the reactor core which was originally cylindrical into a square shape or converting the fuel element from cylindrical to plate type operation of the Bandung TRIGA 2000 reactor can be maintained for a long time. On this conversion, the reactor's cooling system will change, which initially by natural convection to forced convection, while the direction of the cooling flow changes as well, which initially from bottom to top becomes from top to bottom. If the directional cooling flow of the plate TRIGA reactor system is made from top to bottom, without changing of piping, the result is a high exposure of Nitrogen-16 radiation on the surface of the reactor tank, therefore a delay tank is needed. By the new pipe routing  system, it is necessary to reanalyze on determining the pump power requirements. The pump should be able to supply this energy. In other words, the total head produced by the pump must be equal to the total head required by the system. If the total system head data and coolant flow rate, and considering the efficiency of the pump and the motor drive pump have been analysed, so the pump power requirements can be calculated. The calculation result shows that the amount of pump power required to drain the cooling fluid in the primary system is 35 kW or 47 HP.

Keywords: conversion, cooling, plate type, pipe routing, pumps

 

ANALISIS Perhitungan Daya Pompa Konversi Reaktor TRIGA Bandung DENGAN Routing Perpipaan Melalui Tanki Tunda. Reaktor TRIGA 2000 Bandung merupakan fasilitas yang sudah banyak digunakan untuk training, penelitian dan produksi isotop sejak tahun 1965. Reaktor ini terancam padam karena tidak ada lagi bahan bakar yang diproduksi oleh pemasok awalnya. Oleh karena itu langkah konversi reaktor TRIGA 2000 berbahan bakar silinder ke bahan bakar pelat harus dilakukan. PT INUKI telah mampu memproduksi bahan bakar tipe pelat sendiri, sehingga dengan mengubah teras reaktor yang semula berbentuk silinder menjadi bentuk persegi atau melakukan konversi reaktor dari bahan bakar tipe silinder ke tipe pelat  operasi reaktor TRIGA 2000 Bandung dapat dipertahankan untuk waktu yang lama. Pada konversi ini, sistem pendinginan reaktor akan berubah, yang semula secara konveksi alamiah, menjadi konveksi paksa, sementara arah aliran pendingin berubah juga, yang semula dari bawah ke atas menjadi dari atas ke bawah. Jika pada sistem reaktor TRIGA pelat arah alirannya dibuat dari atas ke bawah, tanpa adanya perubahan perpipaan akan berakibat paparan radiasi Nitrogen-16 di permukaan tangki reaktor menjadi tinggi, oleh karena itu diperlukan tanki tunda. Pada keadaan sistem perpipaan yang baru ini perlu dilakukan analisis kembali untuk menentukan kebutuhan daya pompa. Pompa harus mampu memasok energi yang diperlukan ini. Dengan kata lain, head total yang dihasilkan oleh pompa harus sama dengan head total yang diperlukan oleh sistem. Jika data total head sistem dan laju aliran pendingin, serta mempertimbangkan effisiensi pompa dan motor penggerak pompa telah diperoleh, maka kebutuhan daya pompa dapat dihitung. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa daya pompa yang diperlukan untuk mengalirkan sistem pendingin primer adalah sebesar 35 kW atau 47 Hp.

Kata kunci: konversi, pendingin,  tipe pelat, routing perpipaan, pompa.

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PTKRN Digital Library Ristek Mendeley