PRELIMINARY STUDY ON RELAP5 SIMULATION OF DVI LINE BREAK ACCIDENT IN THE ATLAS FACILITY USING BEST ESTIMATE PLUS UNCERTAINTY METHOD

Andi Sofrany Ekariansyah, Surip Widodo

DOI: http://dx.doi.org/10.17146/tdm.2017.19.1.3200

Abstract


The Best Estimate plus Uncertainty (BEPU) is a methodology, which was introduced in the deterministic safety analysis to evaluate limitations of codes in simulating realistic plant behavior by providing quantified uncertainty bands of calculation results. It has been already widely accepted in licensing nuclear power plant by regulatory bodies of United States (USNRC), Argentina, and Canada. The uncertainty evaluation in the BEPU method is performed by different approaches such as GRS, IRSN, ENUSA, AEAT, and UNIPI. Due to the complexity of other approaches, the purpose of this study is to present some key aspects of the BEPU process using the GRS methodology by selecting the ATLAS test facility to simulate 50% break of DVI line since any safety analysis performed so far was using deterministic best estimate approach only. As comparison of the best estimate simulation performed by RELAP5/SCDAP/Mod3.4, experimental data related to the event was used. After 100 simulations,  the uncertainty bands of peak heater of clad temperature and primary pressure transient obtained were only in a close agreement with the experimental data in the earlier period and less than 250 seconds during the transient condition. Therefore the overall accuracy of the best estimate simulation plays a key role on the final results of the uncertainty analysis because the propagation of any discrepancy in the best estimate with the experimental data will occur throughout the simulation. After that, selecting the important parameters to be randomly generated needs to be performed carefully by studying the important phenomena related to the event analyzed and associated plant model.

Keywords: best estimate plus uncertainty, DVI line break, ATLAS facility, RELAP5, simulation

 

STUDI AWAL SIMULASI KECELAKAAN PUTUSNYA JALUR DVI PADA FASILITAS ATLAS MENGGUNAKAN RELAP5 DENGAN METODE ESTIMASI TERBAIK DAN KETIDAKPASTIAN. Metode Best estimate plus uncertainty (BEPU) adalah metode analisis keselamatan deterministik yang bertujuan untuk melakukan evaluasi keterbatasan program perhitungan dalam mensimulasikan sifat-sifat fisis instalasi secara realistik dengan mengkuantifikasi rentang ketidakpastian dari hasil perhitungan. Metode tersebut telah diterima secara luas dalam perijinan PLTN oleh badan pengatur dunia seperti di Amerika (USNRC), di Argentina, dan Kanada. Evaluasi ketidakpastian dalam metode BEPU dilakukan dengan beberapa metode yang berbeda seperti GRS, IRSN, ENUSA, AEAT, dan UNIPI. Atas dasar kompleksitas metode-metode yang lain, tujuan makalah ini adalah untuk menggambarkan aspek penting dari proses BEPU dengan metode GRS dengan melakukan simulasi putusnya jalur DVI sebesar 50% luasan pada fasilitas ATLAS karena analisis keselamatan yang dilakukan selama ini baru berupa perkiraan terbaik secara deterministik. Sebagai perbandingan dari simulasi perkiraan terbaik yang dilakukan dengan RELAP5/SCDAP/Mod3.4 digunakan data-data eksperimen yang telah terdokumentasi. Setelah dilakukan 100 simulasi, rentang ketidakpastian dari transien temperatur puncak kelongsong pemanas dan tekanan primer hanya mendekati data eksperimen pada 250 detik di periode awal. Oleh karena itu keakuratan dari simulasi perkiraan terbaik secara keseluruhan memiliki peranan penting pada hasil akhir dari analisis ketidakpastian karena perambatan perbedaan dengan data eksperimen akan terus terjadi selama simulasi. Setelah itu, pemilihan parameter yang penting untuk dikembangkan secara random harus dilakukan secara cermat dengan mempelajari fenomena-fenomena penting yang terkait dengan kejadian yang dianalisis dan model instalasinya.

Kata kunci: perkiraan terbaik dan ketidakpastian, putusnya jalur DVI, fasilitas ATLAS, RELAP5, simulasi


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


PTKRN Digital Library Ristek Mendeley