UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK

Marga Utama(1), Herwinarni Herwinarni(2), Made Sumarti(3), Siswanto Siswanto(4), Suharyanto Suharyanto(5), Yoharmus Yoharmus(6), Bambang Handoko(7), Heru Sundaru(8), Teguh Haryono(9), H. M. Muklis(10),


(1) Puslitbang Teknologi Isotop dan Radiasi (P3TIR) - BATAN J1. Cinere, Pasar Jumat, Jakarta 12070
(2) Puslitbang Teknologi Isotop dan Radiasi (P3TIR) - BATAN J1. Cinere, Pasar Jumat, Jakarta 12070
(3) Puslitbang Teknologi Isotop dan Radiasi (P3TIR) - BATAN J1. Cinere, Pasar Jumat, Jakarta 12070
(4) Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Jl. Taman Kencana N0. 1 Bogor 16151
(5) Unit Penelitian Bioteknologi Perkebunan Jl. Taman Kencana N0. 1 Bogor 16151
(6) Balai Penelitian Teknologi Karet Jl. Salak No. 1 Bogor
(7) Balai Penelitian Teknologi Karet Jl. Salak No. 1 Bogor
(8) Fakultas Kedokteran - Ul/RSCM JI. Salemba Raya No. 4 Jakarta
(9) Fakultas Kedokteran - Ul/RSCM JI. Salemba Raya No. 4 Jakarta
(10) PT Sugih Instrumendo Abadi JI. Raya Padalarang
Corresponding Author

Abstract


UJI PRODUKSI KARET TENSIMETER BE BAS NITROSAMIN DAN PROTEIN ALERGEN DALAM SKALA PABRIK. Karet untuk tensimeter (Sphygmomanometer) berupa : bladder, balon, dan selang dari lateks alam iradiasi, telah diproduksi dalam skala pabrik di PT. Sugih Instrumendo Abadi, Padalarang dengan cara: Kompon lateks alam iradiasi dibuat dengan cara, lateks pekat divulkanisasi radiasi dengan sinar γ 6OCo pada dosis 25 kGy, dan kadar normal butil akrilat 3 psk (per seratus bagian berat karet), kemudian dibubuhi anti oksidan, dan dibuat karet tensimeter (bladder, balon, dan selang) dengan teknik pencelupan penggumpalan. Tiga faktor penting yaitu : suhu pemanasan (90 dan 100°C), waktu pemanasan (4 jam, 8 jam, 12 jam, 16 jam, 20 jam, dan 24 jam), dan teknik pencucian (air, larutan amoniak, larutan KOH) dan sifat fisik mekanik film karet (modulus, tegangan putus, perpanjangan putus dan kekerasan) telah dievaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa pemanasan 90°C, dengan waktu 8 jam kemudian dicuci dengan larutan amonia atau larutan 0,5% amonia atau KOH selama 30 menit dan direndam 24 jam, merupakan kondisi optimum proses. Pada kondisi optimum tersebut, diperoleh film karet yang memiliki tegangan putus sebesar 24 MPa, modulus 600% sebesar 2,0 MPa, perpanjangan putus sebesar 1000% dan kekerasan sebesar 30 Shore A, dengan kadar protein terekstrak 72-11O μg/g dan kadar nitrosamina adalah nol. Nilai absorbansi ELISA dengan serum manusia peka protein alergen adalah 0% (negatip), bahkan respon serum karet tersebut terhadap kulit melalui uji SPT (spine prick test = uji tusuk pada kulit) adalah 0 (negatip), yang berarti karet untuk tensimeter tersebut bebas nitrosamina dan protein alergen.

Keywords


Sphygmomanometer, nitrosamin, protein alergen, lateks karet alam iradiasi

Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.17146/jsmi.2004.6.1.4920