PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA PEMBENTUKAN FASA B2 PADUAN Ti-24At%Al-l1At%Nb

Suryanto Suryanto

DOI: http://dx.doi.org/10.17146/jsmi.2001.2.2.4900

Abstract


PENGARUH PERLAKUAN PANAS PADA PEMBENTUKAN FASA B2 PADUAN Ti-24At%Al-l1At%Nb. Paduan yang digunakan pada temperatur tinggi ini cocok digunakan sebagai bahan baku komponen mesin pesawat terbang dan mesin pembangkit daya. Paduan dipanasi hingga 1300 °C, dan diquench ke dalam air, minyak atau nitrogen cair. Pengamatan strukturmikro paduan dilakukan menggunakan TEM. Hasil pengamatan memperlihatkan bahwa strukturmikro paduan bergantung pada media quenching yang digunakan. Besarnya fasa α2 menurun untuk paduan yang diquench ke dalam air, minyak dan nitrogen cair. Hubungan fasa pada paduan ini setelah dipanaskan dan diquench ke dalam air, minyak dan nitrogen cair adalah (110)[111]B2// (0001)[1210]α2. Perubahan yang sama terlihat pada perubahan waktu pemanasan. Konsentrasi fasa α2 menurun jika waktu perlakuan berubah dari l jam, 2,5 jam dan 4jam. Hubungan fasa pada paduan ini setelah dipanaskan selama 1 dan 2,5 jam dan diquench ke dalam air adalah (110)[111]B2//(0001)[1210]α2 dan setelah dipanaskan selama 4jam dan diquench ke dalam air adalah (110)[001]B2//(0001)[1210]α2.

Keywords


Paduan, strukturmikro, quenching, fasa B2

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Jurnal Sains Materi Indonesia

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Center for Science & Technology of Advanced Materials - National Nuclear Energy Agency of Indonesia
Phone : +62 21-758 74261, +62 21-756 2860 ext. 4009-4010, Fax.: +62 21-756 0926, e-mail: jusami@batan.go.id



preview previewpreviewpreviewpreviewpreviewpreviewpreviewpreview previewpreview

View My Stats
Creative Commons LicenseCopyright © 2019 Jusami | Indonesian Journal of Materials Science. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-NC-SA 4.0).