ORIENTASI SIFAT MEKANIK DAN RASIO PENGEMBANGAN HIDROGEL METILSELULOSA

Ambyah Suliwarno(1),


(1) Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (PATIR)-BATAN Jl. Lebak Bulus Raya No 49 Jakarta 12440
Corresponding Author

Abstract


ORIENTASI SIFAT MEKANIK DAN RASIO PENGEMBANGAN HIDROGEL METILSELULOSA. Telah diperoleh hidrogel dari iradiasi metilselulosa pada empat konsentrasi yaitu 10%, 15 %, 20 % dan 30 %berat. Metilselulosa yang digunakan adalah metolose SM-100. Proses radiasi dilakukan dengan mesin berkas elektron tipe Cock-Croft Walton pada energi 1MeV, 10 mA, dengan variasi dosis 10 kGy sampai 100 kGy, pada laju dosis 10kGy/lintas. Film hidrogel kemudian dikarakterisasi meliputi; rasio pengembangan, fraksi gel, kekuatan tarik dan persen perpanjangan putus. Pengamatan menunjukkan bahwa rasio pengembangan optimum untuk semua konsentrasi terjadi pada dosis 20 kGy dan menurun dengan naiknya dosis radiasi. Persen fraksi gel optimum ditemukan pada dosis 20 kGy, untuk semua konsentrasi dan naik seiring naiknya dosis radiasi, kecuali konsentrasi gel 10%. Kekuatan tarik secara nyata terlihatmulai konsentrasi 20 % untuk dosis 20 kGy, dengan hasil tertinggi yaitu 0,50 MPa dari dosis 40 kGy. Pada konsentrasi 30 % kekuatan tarik terlihat turun relatif kecil yaitu 0,15 MPa pada dosis 40 kGy. Perpanjangan putus tidak ditemukan pada dosis 10 kGy, karena rasio pengembangan dan fraksi gelnya relatif rendah. Perpanjangan putus optimum terjadi pada konsentrasi 20 % dari dosis 20 kGy yaitu 200 %, dengan kecenderungan turun untuk kenaikan dosis radiasi, karena terjadi proses degradasi. Hidrogel metilselulosa SM-100 terikat silang secara optimum pada konsentrasi 20%dengan dosis 20 kGy hingga 40 kGy. Pada kenaikan dosis berikutnya, gel akan terdegradasi dan untuk konsentrasi 30 % diperoleh gel yang keras dan rapuh.

Keywords


Metilselulosa, Iradiasi berkas elektron, Ikatan silang, Degradasi

Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

DOI: 10.17146/jsmi.2013.15.1.4377