Rona Awal Lingkungan Calon Tapak PLTN Sebagin, Bangka Selatan

Eddy Nurtjahya, Kartika Kartika, Ismed Inonu, Franto Franto

Sari


Evaluasi tapak adalah penting dalam penentuan penerimaan tapak PLTN, dan kelayakan calon tapak PLTN di Pulau Bangka dipublikasi tahun 2013. Penelitian rona awal lingkungan dari calon tapak Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan ini bertujuan mendokumentasikan data dasar bagi diskusi tentang keberlanjutan pembangunan PLTN di masa mendatang. Penelitian ini dilakukan melalui wawancara masyarakat di 53 desa / kelurahan di Kabupaten Bangka Selatan, Bangka Tengah, dan Bangka untuk memperoleh data lama aktivitas dan laju inhalasi penduduk, produksi pertanian dan peternakan beserta luas tanam, umur panen, frekuensi penyiraman, jangka waktu tanam dan hold-up time, konsumsi karbohidrat, sayuran, daging, ikan, telur, susu, minyak goreng, kebutuhan air. Selain itu, data dilengkapi dengan hasil studi literatur dari berbagai sumber. Wilayah studi berupa lahan pertanian, berpenduduk 160.290 jiwa, dengan kelompok umur di atas 15 tahun 78,6% dan laju pertumbuhan 3,14%. Dari  topografi, Sebagin dipandang aman dari potensi banjir akibat tsunami dan luapan sungai. Sebagian besar kebutuhan beras dan sebagian sayuran dan sebagian besar minyak goreng dipasok dari luar provinsi. Separuh kebutuhan buah berasal dari luar kabupaten. Waktu tanam berbagai tanaman pertanian rata-rata 101 hari, dengan frekuensi tanam 2 kali setahun dan hold-up time 1-4 hari. Berbeda dengan daging ayam, sebagian besar daging sapi dan kambing dipasok dari luar provinsi, sementara sebagian kebutuhan telur dan daging ayam buras disuplai dari luar kabupaten. Sebagian besar kebutuhan ikan laut berasal dari tangkapan di provinsi. Sumur adalah sumber air minum utama, yang memiliki tinggi muka air tanah bervariasi sekitar 7-15 m. Irigrasi lebih bertumpu pada air hujan, dan air kolong bekas penambangan timah. Dosis maksimum radioaktif diperkirakan terletak di daerah huni 4 km sebelah Utara Sebagin, sementara konsentrasi maksimum terletak di Selat Bangka. Dosis radioaktif efektif tahunan maksimum untuk kelompok kritis adalah 1,71 µSv/a, jauh di bawah batas lepasan 300 µSv/a. Hasil pengukuran dosis radiasi latar bervariasi antara 0,64 mSv dan 2,25 mSv.

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


. E. Liun. “Studi Awal PLTN di Sumatera”. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. Vol. 8, No. 2, pp. 1-12, Desember 2006

. R. F. S. Budi, Suparman, and D. H. Salimy. “Analisis Emisi CO2 pada Studi Perencanaan Pengembangan Pembangkitan Listrik Wilayah Bangka Belitung dengan Opsi Nuklir. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. Vol. 13, No. 1, pp. 44-55, Juni 2011

. R. F. S. Budi, and Suparman. “Analisis Kualitas Pelayanan Sistem Kelistrikan Bangka Belitung Opsi Nuklir”. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. Vol. 14, No. 1, pp. 11-22, Juni 2012.

. H. Susiati, J. Mellawati, Y. S. Budi Susilo, and Fepriadi. “Studi Rona Awal Lingkungan pada Tahap Pra-Survei Tapak di Dua Daerah Interes untuk PLTN di Pulau Bangka”, in Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Energi Nuklir IV, Jakarta, pp. 163-175, 2011

. Yuliastuti, H. Susiati, and Y. S. Budi Susilo. “Kondisi Geomorfologi dan Karakteristik Sedimen Dasar Laut di Wilayah Perairan Sebagin untuk Evaluasi Tapak PLTN di Bangka Selatan”. Jurnal Pengembangan Energi Nuklir. Vol. 17, No. 2, pp. 97-108, Desember 2015

. ____________. “Ringkasan Eksekutif Studi Kelayakan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Bangka Selatan”. BATAN Jakarta. 2013. 16 p.

. B. Desker. “Energy Security: Southeast Asia Revives Nuclear Power Plans”, S. Rajaratnam School of International Studies No. 226/2013, 3 p.

. Tribunnews 12 Januari 2016. “Kepala BATAN: Bangka Belitung Lokasi Paling Layak untuk Pembangunan PLTN” (diakses 27 Juni 2017).

. Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional. “Sistem Proteksi Reaktor Riset dan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)”, Tangerang Selatan, 2013, 48 p.

. Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Selatan. “Kabupaten Bangka Selatan Dalam Angka 2010”, Badan Pusat Statistik Kabupaten Bangka Selatan, Toboali, 2011.

. PTLR – BATAN. “Kerangka Acuan Kegiatan Pengumpulan Data Lingkungan Calon Tapak PLTN Bangka Barat Tahun 2011”. PTLR, 6 p.

. Badan Meteorologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Pangkalpinang. “Data Iklim 2010”, Stasiun Klimatologi dan Geofisika Pangkalpinang, Pangkalpinang, 2010.

. M. Nurhuda, et al. “Karakteristik Curah Hujan Pulau Bangka Berdasarkan Data Chirps (Climate Hazard Group Infra Red Precipitation With Station Data)”. Stasiun Meteorologi Kelas 1 Pangkalpinang, 2016, Pangkalpinang, 7 p.

. PT. Timah (Persero) Tbk. “Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Rencana Penambangan PT Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung”, PT. Timah (Persero) Tbk, Pangkalpinang, 2009, 251 p.

. E. Nurtjahya, I. Inonu, Kartika, and Franto. “Rona Lingkungan Kawasan Calon Tapak PLTN Bangka Selatan 2012”, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi, Universitas Bangka Belitung dan Pusat Teknologi Limbah Radioaktif, BATAN. Pangkalpinang, UBB Press, 2012, 116 p.

. PT. Bangun Rimba Sejahtera. “Dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) IUPPHK Hutan Tanaman Industri”, PT Bangun Rimba Sejahtera, Pangkalpinang, 2009.

. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Laporan Statistik Perikanan Tangkap Tahun 2011”, Pangkalpinang. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2011.

. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Laporan Statistik Perikanan Tangkap Tahun 2009”, Pangkalpinang. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 2009.

. A. A. A. Galam. “Inventarisasi dan Evaluasi Keanekaragaman Tumbuhan Buah- Buahan Liar Edibel di Berbagai Tipe Habitat di Kabupaten Bangka Selatan” [Skripsi], Pangkalpinang, Universitas Bangka Belitung, 2011, 112 p.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.