HJSTOPATOLOGI HATI DAN LIMPA MENCIT PASCA IMUNISASI BERULANG DAN UJI TANTANG DENGAN Plasmodium berghei IRADIASI GAMMA STADIUM ERITROSITIK

Tur Rahardjo, Siti Nurhayati

DOI: http://dx.doi.org/10.17146/jfn.2013.7.2.3471

Sari


HISTOPATOLOGI HATI DAN LIMPA MENCIT PASCA IMUNISASI BERULANG DAN UJl TANTANG DENGAN Plasmodium berghei IRADIASI GAMMA STADIUM ERITROSITIK. Pengembangan vaksin malaria merupakan hal yang cukup penting saat ini seiring dengan meningkatnya resistensi plasmodium terhadap obat anti malaria. Salah satu cara untuk melemahkan plasmodium sebagai parasit penyebab malaria dalam pengembangan vaksin malaria adalah dengan menggunakan radiasi sinar gamma. Beberapa penelitian sebelumnya memperlihatkan bahwa dosis radiasi sinar gamma 175 Gy lebih efektif dalam melemahkan Plasmodium berghei stadium eritrositik dibandingkan dengan dosis 150 Gy. Tujuan penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui efektivitas dosis irradiasi 175 Gy berdasarkan pemeriksaan gambaran histologi organ hati dan limpa mencit pasca imunisasi berulang (booster) dan uji tantang dengan menggunakan P. berghei irradiasi 175 Gy. Sebanyak 10 ekor mencit (satu ulangan) diinfeksi dengan P. berghei 1x107 stadium eritrositik iradiasi 175 Gy. Hari ke 7 dan 14 mencit diinfeksikan kembali dengan 1x107 P. berghei stadium eritrositik yang  telah diiradiasi 175 Gy. Hari ke 8 dan ke 16 mencit dibunuh dan diambil organ hati dan limpa   untuk dibuat preparat histologinya. Mencit yang tersisa kemudian dipelihara hingga hari ke 40 (satu hari sebelum uji tantang) dan dibunuh satu ekor mencit dan diambil organ hati dan limpanya untuk dibuat preparat histologinya. Hari ke 41 dilakukan uji tantang yaitu dengan menginfeksikan P. berghei yang tidak diiradiasi sebanyak 1x105 terhadap dua ekor mencit yang tersisa. Enam hari pasca uji tantang satu mencit dibunuh untuk  dibuat  preparat  hitologi  hati dan  limpa. Terakhir pada dua puluh satu hari pasca uji tantang mencit dibunuh untuk dibuat preparat histologi hati dan limpanya. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa terjadi perbaikan pada struktur hati dan limpa mencit pasca uji tantang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa imunisasi berulang (booster)  dengan P.berghei stadium eritrositik iradiasi 175 Gy memberikan respon imun yang lebih baik pada mencit.


Teks Lengkap:

PDF

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.