ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MOLEKULAR BAKTERI TOLERAN URANIUM YANG BERPOTENSI DALAM BIOPRESIPITASI URANIUM

Bernadetta Octavia, Triwibowo Yuwono, Agus Taftazani

DOI: http://dx.doi.org/10.17146/gnd.2018.21.1.3909

Sari


Penelitian mengenai bakteri toleran uranium yang berpotensi dalam biopresipitasi uranium telah dilakukan. Untuk menetapkan bakteri yang paling toleran uranium maka dilakukan skrining bertingkat dengan medium TGY cair yang mengandung larutan uranium dengan konsentrasi 0,4 mM; 0,8 mM; 1 mM; dan 2 mM terhadap isolat bakteri yang telah diisolasi dari limbah radioaktif cair aktivitas rendah fase organik dan fase air yang dimiliki oleh PSTA BATAN Yogyakarta. Dari hasil skrining awal (preliminary screening) ini diperoleh 51 isolat bakteri toleran uranium. Setelah dilakukan karakterisasi yang meliputi pengecatan Gram, pengamatan bentuk sel dan morfologi koloni serta penghitungan kinetika pertumbuhan dan dikombinasikan dengan teknik rep-PCR maka diperoleh 26 klaster dari 51 isolat bakteri pada tingkat keserupaan (similarity) 83%. Selanjutnya dari tiap klaster dipilih satu isolat dengan laju pertumbuhan spesifik (µ) tertinggi. Dengan demikian didapatkan 26 isolat bakteri toleran uranium yang   diuji selanjutnya sebagai bakteri polifosfat. Untuk mendapatkan bakteri polifosfat maka isolat bakteri ini ditumbuhkan dalam medium agar plate yang tidak mengandung P dan diinkubasikan selama 5 hari pada suhu ruang untuk diamati daya hidup (viability) dan perkembangannya. Berdasarkan hasil seleksi ini diperoleh 7 isolat bakteri polifosfat yang mampu tumbuh dan berkembang dengan menggunakan cadangan polifosfat di dalam selnya sebagai sumber energi dan berpotensi dalam biopresipitasi uranium.  Bakteri polifosfat ini diberi kode : A-14, A-25, A- 66, A-67 I, O-21, O-27 dan O-29. Selain karakterisasi dilakukan pula identifikasi molekular berdasarkan urutan nukleotida gen 16S rRNA terhadap 7 isolat bakteri polifosfat. Hasil analisis hubungan filogenetik 7 isolat bakteri polifosfat menggunakan bakteri acuan Bacillus cereus ATCC 14579 dan Acinetobacter radioresisten DSM 6976 dengan melihat nilai keserupaan dan perbedaan  nukleotida maka dapat ditetapkan bahwa isolat bakteri dengan kode A-35, A-14, A-66, O-27, O-21, dan O-29 memiliki kemiripan dengan Bacillus cereus sedangkan isolat bakteri dengan kode A-67 I memiliki kemiripan dengan Acinetobacter radioresistens.


Kata Kunci


Uranium, identifikasi molekuler, bakteri polifosfat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


DAFTAR PUSTAKA

[1] A. Kristo and M. Radman, In Friedberg, E.C. et al. (Eds). ”DNA Repair, Mutagenesis, and Other Responses to DNA Damage”, Cold Spring Harb Respect Biol 5: a012765, 2013.

[2] A. Lisek, L. Sas Paszt, M. Oskiera, P. Trzcinski, A. Bogumil, A. Kulisiewicz, and E. Malusa. “Journal of Fruit and Ornamental Plant Research”, Vol 19 (1), pp. 5-12, 2011.

[3] D. Appukuttan, A.S. Rao, and S.K. Apte. “Appl.Environ. Microbiol”, 72, pp. 7873-7878, 2006.

[4] D. Lane, In : Stackebrandt E., Goodfellow, M (eds). “Nucleic Acid Techniques in Bacterial Systematics”, Wiley, United Kingdom, pp 115-175, 1991.

[5] E. Rustrian, J.P. Delgenes, and R. Moletta. “Letters in Applied Microbiology”, 24, pp.144-148, 1997.

[6] E.S. Shelobolina, S.A. Sullivar, K.R. O’Neill, K.P. Nevin, and D.R. Lovley. “Appl. Environ. Microbial”, 70, pp. 2959-2965, 2004.

[7] F.M. Ausubel, R. Brent, R.E. Kingston, D.D. Moore, J.G. Seidman, J.A. Smith and K. Struhl. “In Molecular Biology”, Vol.1, John Willey & Sons, Inc., USA, 1997.

[8] J.A. Gavigan, L.M. Marshall, and A.D.W. Dobson. “Microbiology”, 145, pp. 2931-2937, 1999.

[9] J.L.W. Rademaker, N.J.M. Aarts, and P. Vinuesa. “In Molecular Microbial Ecology” (Osborn, A.M and Smith, C.J, Eds), Taylor & Francis Group, 2005.

[10] K.S. Nilgiriwala, A. Alahari, A.S. Rao, and S.K. Apte. “Appl. Environ. Microbial”, 74, pp. 5516-5523, 2008.

[11] L. Zavodska, E. Kosorinova, L. Scerbakova, and J. Lesny, HUISSN 1418-7108: HEJ Manuscript No : ENV-081221-A, 2009.

[12] L.E. Macaskie, K.M. Bonthrone, P. Yong, and D.I. Goddard. “In Biomineral Formation, Microbiology” 146, pp.1855-1867, 2000.

[13] M. Gavrilescu, Eng. Life Sci. (4) 3, Wiley-vch Verlag Gmbh & Co.KGaA, Weinheim, 2004.

[14] M.F. Abdel-Sabour. “Electronic Journal of Environmental Agricultural And Food Chemistry 6”,5, pp. 2009-2023, 2007.

[15] M.I. Merrour. “In Applied Microbiology”, A.Mendez-Villas, Ed., pp. 108-119, 2007.

[16] M.J. Beazly, R.J. Martinez, P.A. Sobecky, S.M. Webb, and M. Taillefert. “In Sights From Bacterialisolats From A Contaminated Sub Surface Environ”, SCI.Technol 41, pp. 5701-5707, 2007.

[17] N. Renninger, K.D. McMahon, R. Knopp, H. Nitsche, D.S. Clark, and J.D. Keasling. “Biodegradation” 12, pp. 401 – 410, 2001.

[18] N. Renninger, R. Knopp, H. Nitsche, D.S. Clark, and J.D. Keasling. “Appl. Environ. Microbiol”, 70, pp. 7404-7412, 2004.

[19] P. Kumar – Jain, S. Ramachandran, V. Shukla, D. Bhakuni and S.K. Verma, International Journal of Integrative Biology, Vol. 6, No. 2, 2009.

[20] P.T. Todorov and E.N. Illieva, Rom. Journ. Phys. Vol. 51, Nos. 1-2, pp. 27- 34, 2006.

[21] R.A.I. Abou-Shanab, In M. S. Khan, et al (eds). “Biomanagement of Metal-contaminated Soils, Environmental Pollution 20”, DOI 10.1007/978-94-007-1914.9_3, Springer Science + Bussiness Media. B.V, 2011.

[22] R.J. Martinez, M.J. Beazly, M. Taillefert, A.K. Arakaki, J. Skolnick, and P.A. Sobecky, Environ.Microbiol 9, pp. 3122-3133, 2007.

[23] R.J. Seviour, T. Mino, and M. Onuki. “In Activated Sludge Systems”, FEMS Microbiol Rev 27(1), pp. 99-127, 2003.

[24] T. Borch, R. Kretzschmar, A. Kappler, P.V. Capeller, M. Ginder-Vogel, A.Voegelin, K. Campbell, Environ. Sci. Technol 44, pp. 15-23, 2010.


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


##submission.copyrightStatement##

##submission.license.cc.by-nc-sa4.footer##